Cerita Anak: Si Kancil dan Kebun Mentimun Pak Tani (Penuh Makna)
PDF ini untuk pendampingan membaca anak oleh orang tua/guru.
Genre: Petualangan
Musim kemarau datang. Sungai mulai mengering, dan buah-buahan di hutan sulit ditemukan. Si Kancil pun mulai kelaparan. Ia berjalan jauh dari sarangnya, menyusuri pinggir hutan hingga mencium aroma segar yang tak asing.
“Hmm, ini bau mentimun!” Kata si Kancil sambil mengendus-endus udara. Ia mengikuti bau itu sampai tiba di sebuah kebun yang luas.
Ternyata itu kebun milik Pak Tani, seorang petani rajin yang tinggal di dekat hutan. Mentimun-mentimunnya segar dan ranum, berjejer rapi seperti permata hijau.
“Mmm, kelihatannya enak sekali. Aku hanya akan mengambil sedikit, toh Pak Tani tidak akan tahu,” gumam si Kancil nakal.
Ia pun memakan mentimun satu per satu. Malam itu, perutnya kenyang, dan ia pulang dengan gembira.
Namun keesokan harinya, Pak Tani terkejut melihat kebunnya rusak.
“Aduh, siapa yang merusak kebunku? Mentimunku habis dimakan!” Katanya kesal. Karena kejadian itu terus berulang, Pak Tani akhirnya memasang perangkap dari tali dan bambu yang dipasang rapi di antara semak-semak.
Malam berikutnya, si Kancil kembali lagi, tanpa tahu bahwa perangkap telah menunggunya. Saat sedang asyik menikmati mentimun, tiba-tiba—
“CETAR!”
Kakinya terjerat tali perangkap! Si Kancil terjatuh dan tak bisa bergerak. Ia meronta-ronta, tapi semakin bergerak, tali makin kencang.
“Panik lah aku sekarang!” Pikirnya. Tapi karena ia cerdik, ia tidak menyerah. Ia pun mulai berpikir keras.
Pagi harinya, Pak Tani datang dengan wajah marah. Tapi begitu melihat bahwa si pelaku adalah seekor kancil mungil, ia sedikit terkejut.
“Jadi kamu yang merusak kebunku, ya?” Bentaknya.
Si Kancil pun berpura-pura sedih. Ia menunduk dan berkata, “Maafkan aku, Pak Tani. Aku lapar dan tidak punya apa-apa untuk dimakan. Aku tidak bermaksud jahat.”
Pak Tani diam sejenak, matanya tajam menatap si Kancil. Namun hatinya luluh melihat wajah sedih si hewan kecil itu.
“Aku akan melepaskanmu, tapi dengan satu syarat. Kau harus membantu menjaga kebunku dari hewan-hewan lain yang suka mencuri. Bisa?”
“Bisa, Pak Tani! Aku janji!” Jawab si Kancil cepat-cepat.
Akhirnya, si Kancil pun dilepaskan. Sejak saat itu, ia benar-benar berubah. Ia membantu Pak Tani menjaga kebun, bahkan mengusir burung, tikus, dan landak yang hendak mencuri tanaman.
Kini, si Kancil tak hanya dikenal sebagai hewan cerdik, tapi juga hewan yang bertanggung jawab. Pak Tani dan si Kancil pun menjadi sahabat sejati.
